Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

ADS-BLOGGER

Gempa Bumi di Thailand 28 Maret 2025: Dampak, Respons, dan Pelajaran untuk Masa Depan

Penulis : @Nikitakusuma
Waktu Baca : 2-3 Menit

Lintaswaktu33 : Bangkok, Thailand — Pada pagi hari tanggal 28 Maret 2025, Thailand diguncang gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter dengan episentrum di Provinsi Chiang Rai, dekat perbatasan Myanmar dan Laos. Getaran terkuat dirasakan hingga Bangkok, Chiang Mai, dan negara tetangga seperti Kamboja dan Vietnam. Peristiwa ini menjadi salah satu gempa terdahsyat dalam sejarah modern Thailand, mengingat wilayah ini jarang mengalami aktivitas seismik skala besar.


Dampak Langsung dan Korban

Gempa utama terjadi pukul 06.48 waktu setempat, ketika banyak penduduk sedang memulai aktivitas harian. Runtuhnya bangunan bertingkat di Chiang Rai dan longsor di daerah pegunungan utara menewaskan sedikitnya 320 orang, sementara lebih dari 1.200 lainnya terluka. Ribuan rumah, jalan, dan infrastruktur vital seperti jembatan dan jaringan listrik mengalami kerusakan parah. Di Bangkok, meski jaraknya 800 km dari episentrum, gedung-gedung tinggi bergoyang selama hampir satu menit, memicu kepanikan massal.

Pemerintah Thailand langsung mengaktifkan Pusat Operasi Darurat Nasional (NECC) untuk mengkoordinasikan evakuasi dan distribusi bantuan. Tim SAR internasional dari Jepang, Singapura, dan ASEAN tiba dalam 24 jam untuk membantu pencarian korban terjebak reruntuhan.


Respons Pemerintah dan Masyarakat

Perdana Menteri Srettha Thavisin menyatakan status darurat di enam provinsi terdampak dan mengalokasikan dana darurat senilai 5 miliar baht (sekitar Rp2,3 triliun). Angkatan Darat Thailand dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor dan mendirikan posko pengungsian. Tantangan terbesar adalah distribusi logistik ke daerah terpencil di pegunungan utara, yang terisolasi akibat jalan putus.

Masyarakat sipil juga bergerak cepat. Relawan dari organisasi seperti Thai Red Cross dan Save Thai Nature mengumpulkan donasi makanan, air, dan obat-obatan melalui platform digital. Media sosial dipenuhi tagar #PrayForThailand dan #ChiangRaiStrong, menunjukkan solidaritas global.



Posting Komentar

0 Komentar